Dewan Minta Kebutuhan Air Bersih Jadi Prioritaskan di Dapil IV

LOMBOK TENGAH – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menilai jika masyarakat di Dapil IV (Praya Barat – Praya Barat Daya) masih membutuhkan pembangunan sumur bor. Pasalnya, beberapa desa di wilayah tersebut masih dilanda kekeringan. Sehingga kebutuhan air bersih masih menjadi PR Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

“Kebutuhan air bersih ini masih terus menjadi permintaan masyarakat. Jadi hal ini penting untuk direalisasikan, terutama di wilayah rawan kekeringan,” kata Anggota DPRD Dapil Praya Barat – Praya Barat Daya, HM. Bintang saat ditemui di kantornya, Senin (22/01/2024).

Ia menjelaskan, sejauh ini beberapa desa yang masih membutuhkan pembangunan sumur bor diantaranya, Desa Batu Jangkih, Montong Ajan dan Montong Sapah Kecamatan Praya Barat Daya. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kedepan tentu aspirasi DPRD harus bisa diarahkan ke wilayah itu.

“Seperti yang kita ketahui bersama, air PDAM belum bisa menyentuh 75 persen wilayah Loteng, termasuk Dapil IV. Jadi ini harus menjadi skala prioritas kita ke depannya,” terang Politisi PKS ini.

Tidak hanya itu, lanjut anggota Komisi III ini, peningkatan keamanan di sektor pariwisata harus diperhatikan. Sebab, Dapil IV memiliki banyak objek wisata yang menjadi tujuan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Diantaranya Pantai Selong Belanak, Lancing, Telawas, Semeti yang ada di Kecamatan Praya Barat.

“Ini juga penting untuk diperhatikan. Jika keamanan dan kenyamanan ini sudah terjamin, tentu kunjungan wisatawan akan semakin meningkat. PAD juga bisa bertambah,” jelasnya.

Kendati demikian, beberapa kebutuhan masyarakat seperti irigasi dan jalan usaha tani sudah mulai maksimal. Bahkan beberapa item tersebut sudah dikerjakan, baik itu melalui program pemerintah maupun yang bersumber dari aspirasi DPRD.

“Sejauh ini pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian sudah maksimal, karena tidak ada yang kita dengar masyarakat gagal panen. Jadi saya rasa sudah tidak ada masalah. Tinggal dimatangkan kekurangan yang menjadi kebutuhan dasar saja,” pungkasnya. (Dp)