oleh

Kodim 1620/Loteng Gelar Operasi Yustisi Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan

Lombok Tengah –  Sebagai upaya memutus penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Kodim 1620/Lotenh menggelar Operasi Yustisi Penegakan Disiplin protokol kesehatan di Depan Makodim 1620/Loteng jalan Gajah Mada Praya Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (03/02/2021).

Personel Kodim 1620/Loteng melakukan kegiatan operasi dan pembagian masker juga memberikan tindakan disiplin berupa push up dan pembersihan di sekitar lokasi kepada warga/pengendara yang kedapatan melanggar prokes seperti tidak menggunakan masker.

Sejumlah perwira Kodim yang ikut memantau jalannya operasi gabungan seperti Pasi Ops Kodim 1620/Loteng Kapten Inf Syaiful, Pasi Ter Kodim 1620/Loteng Kapten Inf A. A. Gede Rai Buana, Pasi Intel Kodim 1620/Loteng Kapten Inf Suliyono, Perwira Sandi Letda Coba Akmal, Danunit Kodim 1620/Loteng Lettu Inf Darmawa dan Anggota Kodim 1620/Loteng.

Dandim 1620/Loteng Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan melalui Pasi Ops Kodim 1620/Loteng Kapten Inf Syaipulm enyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyadarkan masyarakat untuk selalu mengikuti protokol kesehatan jika keluar rumah khususnya menggunakan masker.

“Mengingat saat ini khususnya di Kabupaten Lombok Tengah masih ditemukan warga yang terpapar virus corona maka perlu digelorakan kembali pendisiplinan prokes kepada semua elemen masyarakat secara bersama-sama,” ujarnya.

Melihat hal tersebut maka perlu adanya kesadaran semua pihak agar mentaati protokol kesehatan seperti keluar rumah menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir dan menjaga jarak bila berkumpul dengan orang lain.

“Itu semua harus dilakukan secara terus menerus dan membutuhkan kesadaran dari semua lapisan,” katanya.

“Dalam operasi kali ini  bersifat persuasif, mendidik dan mengajak semua orang mematuhi protokol kesehatan.  Kegiatan ini merupakan ajang sosialiasi kepada masyarakat agar tidak bosan-bosan  dalam  mempedomani protokol kesehatan,” jelas Kapten Syaipul.

Untuk hari ini yang terjaring terjaring razia sebanyak 53 orang dan mereka diberi tindakan sangsi sosial seperti tindakan Pus Up dan pembersihan di sekitar lokasi.

“Kami sudah lakukan kegiatan seperti ini setiap hari. Tidak hanya di dalam Kota Praya saja melainkan di tiap-tiap kecamatan bersama-sama dengan kepolisian dan pemerintah daerah,” pungkasnya. (*)

News Feed