oleh

Hasan Masat: Bantah bagi-bagi bantuan dana untuk ponpes selama hari tenang

LOMBOK TENGAH – Hari terakhir kampanye resmi akan berahir pada malam hari ini, tepat tanggal5 Desember 2020. Selanjutnya sudah memasuki masa tenang dan semua paslon sudah tidak diboleh melakukan sosialisasi ataupun pertemuan untuk berkampanye.

Namun, meskipun masa kampanye sudah berakhir, banyak netizen yang tetap melakukan sosialisasi pasangan calon yang mereka dukung sehingga gesekan antar pendukung pun kerap terjadi.

Selain itu, masih banyak beredar isu Hoax, salah satunya beredar melalui WA Grup. Seorang oknum dengan photo profil Pak Nursiah juga melakukan hoax. Oknum tersebut mengaku relawan yang di utus oleh Dr. Nursiah dan akan menyalurkan bantuan uang sejumlah Rp 13.500.000,- untuk pesantren. Padahal Dr. Nursiah tidak pernah menyuruh oknum tersebut.

Hasan Masat, Ketua relawan maiq meres, membantah isu tim maiq meres yang bagi-bagi bantuan buat Pondok Pesantren, “Tidak ada pembagian dana bantuan untuk pesantren di masa hari tenang ini. Itu Hoax bahkan berpotensi penipuan yang berkedok Maiq Meres” Jelasnya.

“Selain isu begini banyak juga masyarakat yang di janjikan uang serangan fajar oleh oknum timses paslon lain. Namun ketika mendekati hari H pencoblosan tidak ditunaikan sehingga mayarakat menjadi kecewa dan tidak jadi memilih Maiq Meres, padahal mereka sedang memfitnah Maiq Meres” tambahnya.

“Lawan lagi panik dengan rilis survei INDIKATOR kemarin, maka tidak ada cara lain untuk gembosi kemenangan Maiq Meres kecuali dengan menyebar fitnah. Segala cara digunakan untuk menjelekkan nama baik Maiq Meres sehingga membuat orang lain kecewa, tapi Alhamdulillah isu-isu tersebut di temukan oleh relawan yang militan sehingga semakin bersemangat” Tutupnya.

Hasan masat juga menambahkan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan fitnah untuk menjelekkan Maiq Meres. (*)

News Feed