oleh

Performa Pathul – Nursiah Pada Debat Kedua Diyakini Dapat Gerus Swing Foter

LOMBOK TENGAH – Performa Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Tengah nomor urut 4, H. L. Pathul Bahri, S. IP. dan Dr. H. M. Nurdiah, S. Sos., M. Si. Dinilai paling menguasai materi saat debat kandidat Pilkada Kabupaten Lombok Tengah, Senin, 30 November 2020. Calon yang berlatar Politisi dan Birokrasi itu dinilai sukses memperlihatkan kualitasnya sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati paling unggul.

Sejak awal penyampaian visi misi, Pasangan Pathul-Nursiah sudah menguasai panggung dan mengungguli kandidat lainnya. Keunggulan pasangan Pathul-Nursiah tidak hanya semata karena sebagai petahana, akan tetapi pasangan ini mampu membuktikan diri, kapasitas karir, sebagai elit politisi dan birokrat senior di Kabupaten Lombok Tengah. Perlu diingat, Kabupaten Lombok Tengah itu bukan untuk “dicoba-coba”, karena menjadi pusat perhatian pembangunan prioritas pemerintah pusat. Kata Pengamatan Politik dan Millenial, Bayu Satria Utama, M.IP. pada wartawan selasa, 31 November 2020.

Bayu menambahkan “Oleh karenanya, saya kira di Kabupaten Lombok Tengah memerlukan elit politik yang memahami relasi pusat dan daerah untuk memanfaatkan postur anggaran di pusat sekaligus memahami pembangunan yang telah berlangsung untuk Loteng sejauh ini. Semalam pasangan Pathul-Nursiah berusaha menjelaskan kepada publik bahwa pembangunan telah berjalan signifikan di Kabupaten Lombok Tengah dan hanya pasangan ini yang mengajak Pemuda untuk berkolaborasi di dalam pembangunan Kabupaten Lombok Tengah. Jelasnya.

Meskipun terdengar penyampaian pak Pathul dengan gaya bahasa yang ringan namun baik tamu undangan maupun mayarakat kecil sama-sama mengerti apa substansi yang ingin disampaikannya, “dengan penampilan debat tadi saya kira dapat menggerus swing poters untuk menentukan pilihannya kepada pasangan maiq meres,” Tambahnya.

Dari semua segmen debat dikuasai sejak awal oleh pasangan Pak Pathul dan Pak Nursiah dan selalu terlihat kompak dan yang paling menarik menurutnya saat pasangan maiq meres menjawab pertanyaan panelis pada sesi ke empat yaitu sesi debat eksploratif terkait sikap maiq meres terhadap ancaman bonus demografi dan ancaman eksploitasi manusia untuk menyalamatkan anak “Eksploitasi anak memang saat ini masih terjadi, tentu faktor utamanya adalah karna faktor keluarga, dan kondisi rumah tangga orang tuanya, padahal pemerintah sudah jelas menggariskan usia berapa anak-anak sekolah dengan aktifitas apa dalam aturan juga sudah diatur demikian tapi masih terjadi, karna itu kami paslon nomer 4 akan melanjutkan kebijakan pembinaan pada masyarakat,” Jawab Nursiah.

Doktoral Bidang Pemerintahan IIP Jakarta itu menambahkan langkah teknis yang akan dilakukan “Pertama, kaitannya dengan pengembangan kearifan lokal di Lombok Tengah untuk membangun dan membina keluarga karna pendidikan keluarga adalah pendidikan yang paling utama, kedua, menyiapkan fasilitas seperti menyiapkan pasar mandalika, tiga, adanya aturan daerah untuk mengatur, jelas Nursiah, Mantan sekda Kabupaten Lombok Tengah.”

Kemudian moderator memberikan kesempatan kepada paslon nomer 5 untuk menanggapi, dan paslon nomer 5 menanyakan apa langkah kongkrit yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

 

Tanggapan paslon langsung di jelaskan secara rinci dan memuaskan oleh Pathul Bahri, “Keluarga menjadi harapan besar mereka, maka keluarga harus menjadi tumpuan utama kita sehingga pemerintah sudah banyak program kepada keluarga, seperti pkh, BST, termasuk BLT DD, semata-mata diarahkan untuk keluarga agar anak-anak mereka tidak menemui jalan buntu sebagaimana vidio tadi,”

 

“Tokoh agama, tokoh masyarakat juga harus kita libatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat jangan sampai anak-anak kita keluar rumah untuk melakukan hal-hal yang tidak baik, untuk itu kami maiq meres menyiapkan kartu untuk mereka.” Tutupnya secara kompak, dengan waktu yang cukup.

 

Hasan Masat, Ketua relawan maiq meres yakin swing foters yang masih cukup besar akan tentukan pilihannya kepada maiq meres, karna performa debat Pak Pathul – Nursiah paling menarik dan menguasai semua sesi. Terlebih ada salah satu paslon yang kurang mememahami potensi daerah dan saat ini viral di media sosial, dan tentu akan menimbulkannkeraguan kepada kemampuan paslon dan akan mempengaruhi pilihan para millenial dan pemilih rasional yang masih belum tentukan pilihan. Jelasnya. (*)

News Feed