oleh

Jamaah Darul Muhajirin mengawal Kasus Penghinaan Datuk Udin Dengan Cara Istigosah 

LOMBOK TENGAH, MP – Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya, Kabupaten Lombok Tengah menggelar Istigosah dan aksi damai bala Ulama’ dimana acara tersebut digelar di komplek Ponpes Darul Muhajirin Rabu (18/11). Kegiatan istigosah dan aksi bela Ulama’itu sebagai respon atas kasus dugaan penghinaan atau pencemaran nama baik guru besar mereka, almahum TGH M. Najmuddin Makmun atau yang lebih dekinal dengan Datuk Udin atau Datuk Ocek di akun media sosial Facebook.

Ketua yayasan Ponpes Darul Muhajirin, TGH. DRS. Samsul Rijal Najamudin mengatakan, kehadiran para jamaah ini merupakan acara istighosah dan aksi bela Ulama Al- Magfurulahu Datoq TGH. Muhamad Najamuddin Makmun di Ponpes Darul Muhajirin. “Iatigosah ini adalah aksi bela ulama”sebagai respon jamaah dan pengurus atas status salah satu warga yang menghina ayahanda kami di facebook ” ujarnya.

TGH. DRS. Samsul Rijal mengharapkan kepada semua jamaah Ponpes Darul Muhajirin agar tidak terpropkasi dan anarkis atas kasus penghinaan Almagfullahu TGH. Najmuddin Makmun karena atas kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak Kepolisian dan pihaknya berharap kepada Polres Lombok Tengah supaya bisa menyampaikan perkembangan kasus tersebut kepada para jamaah. ” kami harapkan kepada seluruh jamaah untuk tetap bersabar dan tenang dalam mengahadapi pemaslahan ini dan biarkan pihak kepolisian Loteng akan akan memproses kasus ini ‘ harapnya.

Sementara itiu Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho yang hadir bersama Wakapolres Loteng Kompol Ketut Tamiana, Kasat Reskrim, AKP I Putu Agus Indra Permana serta kasat Sabhara Iptu Amrozi dalam kegiatan itu, kapolres Loteng mengatakan dihadapan para jamaah mengenai perkembangan kasus dan pihaknya berjanji akan mengawal kasus tersebut sampai selesai. “Terkait dengan pengawalan kasus pencemaran nama baik TGH. Najmuddin Makmun kami akanbterus mengawalnua dan pelaku kami sudah kami amankan di Polres Loteng dan proses sudah sudah tahap I” ujarnya.

Kapores juga mengatakan kepada para jamaah yang hadir agar supaya menahan diri tidak anarkis dan biarkan pihak kepolisian yang menagani kasus ini sampai tutas dan selesai dalam waktu dekat, pihaknya juga membuka pintu lebar lebar apabila ada jamaah yang akan menanyakan terkait perkembangan kasus tersebut,” kami telah menetapkan pelaku sebagai tersangka dan kasus itu telah dilimpahkan kepada kejaksaan untuk menuju persidangan” pungkasnya.

Dari pantuam wartawan dalam acara Istigosah dan aksi bela Ulama ‘ berjlan lancar dan aman. Serta jamaah yang hadir juga mengedepankan protokol kesehatan dengan memakai masker serta mencuci tangan dengan sabun di wastafel- wastafel di semua gerbang masuk pondok pesantren yang telah di sediakan oleh panitia. Iw

News Feed