oleh

H. M. Nursiah: Bantuan ke Organisasi, Tidak Akan Dibeda-bedakan

LOMBOK TENGAH – Dr H. M. Nursiah, MSi melakukan kampanye dialogis di Desa Lekor Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah, antusiasme relawan yang merupakan perwakilan dari tokoh-tokoh kelompok tani/ternak dan tokoh dusun-dusun memadati acara pertemuan tersebut.

Acara kampanye dialogis diawali pembacaan sholawat nahdatain, Irwan Hanus Jayadi, M. Pd, Ketua Garuda Maiq Meres Desa Lekor, siap menangkan pasangan Pathul dan Nursiah dikarenakan melihat keberhasilan Suhaili-Pathul dalam pembangunan Lombok Tengah, Silaq serminan Lombok Tengah niki semakin maju, maka tentu kita pilih Pathul-Nurdiah yang sudah faham seluk belung anggaran dan program yang belum tuntas.

Keberhasilan Bupati Suhaili juga adalah andil dari Sekda yang berpengalaman tentunya, Pak Nursiah niki marak kayen ran (tukang masak) jadi beliau faham racikan-racikan resep birokrasi sehingga pada masa beliau menjadi sekda selalu mendapat WTP, tunas? Tambahnya.

Kegiatan dialogis dihadiri oleh hampir 50 peserta yang berasal dari relawan dan unsur pengawas pemilu, tak lupa juga sebelum pertemuan relawan Garuda maiq meres membagikan masker kepada peserta.

Pemuda Alumni Magister Univeritas Negri Jogjakarta itu, kembali menegaskan kesiapannya menjadi garda terdepan untuk mensosialisaikan program Pathul-Nurisah kepada masyarakat dari pintu ke pintu. “Sebagai keluarga besar Alumni jogja, kami akan coba sisir yang siap mendukung kami tempelkan stiker, yang belum siap kami sampaikan program-program calon, mungkin dengan itu mereka tertarik untuk memilih Pathul-Nursiah” Tandasnya.

Sementara itu, Mantan Sekda Lombok Tengah yang juga Calon Wakil Bupati nomor urut 4 H. M. Nursiah menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk dunia pendidikan tak perlu diragukan lagi. Bantuan terhadap organisasi baik NW maupun NU dan Muhammadiyah dari pemerintah daerah kami tidak akan beda-bedakan. Semuanya niki untuk kemajuan SDM Lombok Tengah. Untuk memakmurkan masjid selain insentif marbot, guru ngaji, kita akan programkan masjid ramah anak sehingga pemuda-pemuda kita gemar ke masjid, “Kedepan guru ngaji akan kita berikan insentif, tenaga honorer baik guru maupun teknis akan ditingkatkan Kesejahteraannya, sedangkan para tuan Guru akan diberikan jaminan kesehatan oleh pemerintah” Begitu juga dengan pelinggih sami sak jari perani, kami akan programkan asuransi pertanian bagi petani yang gagal panen karna kekeringan dan hama, jarin pelinggih pulih ganti rugi modal kalau terjadi kegagalan niki, Ujarnya

Nursiah yang juga alumni UGM itu menambahkan, “dalam rangka peningkatan usaha tani, Pemerintah akan meningkatkan jalan usaha tani dan irigasi, termasuk juga kita lemah pada pemasaran maka akan pasar Jelojok dan Renteng akan dikelola dan tata supaya dapat memfasilitasi hasil pertanian dan perkebunan. Dan kita semua sudah saatnya memikirkan kualitas hasil pertanian kita seperti beras sehingga besok ketika even MOTOGP pemerintah tidak masukkan beras dari luar, alhamdulillah data menunjukkan beras dan sayur sudah diterima di hotel yang ada di Lombok Tengah. Pisang buah-buah harus juga disiapkan kualitasnya, supaya makanan-makanan di hotel-hotel niki semuanya dari hasil pertanian dan perkebunan kita. (*)

News Feed