Disperindag Sebut Harga Bahan Pokok Stabil

Disperindag Sebut Harga Bahan Pokok Stabil
H. Saman

LOMBOK TENGAH, MP – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah mencatat harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar pasar tradisional, hingga hari ke-11 bulan suci Ramadhan mulai stabil. “Pemantauan harga setiap hari dilakukan oleh staf kami. Pada prinsipnya harga sudah dalam kondisi normal atau stabil,” ungkap Kepala Disperindag Loteng, Drs H Saman, Kamis (16/5).

Untuk harga komoditas bawah merah saat ini masih masih dikisaran harga Rp 25 ribu per kilogram. Sedangkan bawah putih luar turun diangka Rp 10 ribu, jika dibandingkan dengan minggu lalu. Dimana, semula seharga Rp 50 ribu menjadi Rp 40 ribu. Bawang putih local pun mengalami penurunan harga sebesar Rp 10 ribu, dari harga semula sebesar Rp 50 ribu. Cabe merah pun mengalami penurunan hingga Rp 5 ribu dari harga semula Rp 25 ribu. Cabe merah keriting pun mengalami penurunan harga sampai Rp 10 ribu dari harga semula Rp 15 ribu. Cabe Merah kecil juga mengalami penurunan harga sampai Rp  15 ribu dari harga semula Rp 30 ribu. Tomat juga mengalami penurunan hingga Rp 6 ribu dari harga semula Rp 12 ribu. Sayur mayor Kol juga mengalami penurunan sampai Rp 1.500 dari harga semula Rp 6.500. “Artinya harga sudah mulai stabil, dibanding dengan minggu lalu,” katanya.

Hanya saja, cumi basah ada kenaikan harga hingga Rp 10 ribu dari harga semula sebesar Rp 80 ribu. Begitu pula, cumi kering mengalami kenaikan sampai Rp 20 ribu dari harga semula sebesar Rp 140 ribu. “Yang mengalami kenaikan juga beras ketan hitam sebesar Rp 2 ribu darii harga semula Rp 15 ribu,” jelasnya.

Namun, untuk beras premium harganya tetap sama, yakni masih di kisaran Rp 8.500. sedangkan beras medium mengalami penurunan hingga Rp 500 dari harga semula Rp 7.500. Sementara beras ketan putih pun mengalami penurunan sampai Rp 1.000 dari harga semula Rp 11 ribu.

Adapun yang mengalami penurunan, udang segar kelas 2 sebesar Rp 5 ribu dari harga semula Rp 60 ribu. Kalau kelas 1 tetap sebesar Rp 70 ribu. Selanjutnya daging ayam kampong turun sebesar 5 ribu dari harga semula Rp 65 ribu. Tapi kalau daging sapi masih dikisaran Rp 120 ribu dan daging ayam RAS juga masih dikisaran Rp 35 ribu. Telur ayam RAS pun masih dikisaran 1.500 dan telur ayam kampung juga tetap dengan harga Rp 2 ribu. “Yang mengalami penurunan juga kopi biji sebesar Rp 2 ribu dari harga semula Rp 30 ribu. Tepung terigu merk gatot kaca pun turun Rp 3 ribu dari harga semula 9 ribu,” terangnya.

Kemudian minyak goreng terbilang masih normal di harga semula. Minyak goreng curah putih sebesar Rp 10 ribu. Minyak goreng curah kuning Rp 10 ribu, minyak Bimoli 2 liter Rp 25 ribu, kunci mas 2 liter Rp 24 ribu, Filma 2 liter Rp 24 ribu. Sedangkan, gula juga tergolong normal, gula pasir putih Rp 12.500, gula pasir putih kemasan Rp 14 ribu, gula pasir kuning Rp 12.500. “Intinya kami tetap melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap harga kebutuhan pokok. Jika terjadi kenaikan harga, kami langsung bertindak dan mencari solusinya,” tungkasnya. |dk

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.