Sosial Ekonomi dan infrastruktur, Dominasi Musrenbang Kecamatan Pujut

Sosial Ekonomi dan infrastruktur, Dominasi Musrenbang Kecamatan Pujut
LOMBOK TENGAH,MP – Kecamatan Pujut Lombok Tengah, sebagai kecamatan terakhir Kecamatan yang menggelar Musyawarah Rencanana Pemabangunan (Musrenbang) di Lombok Tengah. Musyawarah itu digelar, Kamis (9/3) 2017 di Aula Kantor Camat setempat dan dihadiri puluhan delegasi seluruh desa, perwakilan SKPD dan sejumlah pejabat lingkup Pembkab Lombok Tengah.
Musrenbang Kecamatan Pujut tersebut, dibuka langsung camat setempat, Lalu Sungkul. Dalam pidatonya, Lalu Sungkul berharap agar Musrenbang tersebut dapat berjalan baik sehingga mampu memutuskan dan menyepakati perencanaan yang baik.”Tentu perencanaan yang baik itu, merupakan perencanaan yang benar-benar datang dari masyarakat,”Katanya.
Sungkul, tidak menginginkan apa yang sudah diputuskan dalam pra-musrenbang justeru berubah pada Musrenbang. Semuanya harus dikompilasi dan disesuaikan dengan pemaparan dari masing-masing SKPD yang pada Musrenbang tersebut akan menyampaikan apa yang sudah masuk pada pra-Musrenbang.”Jadi masing-masing desa harus mendengarkan baik-baik pemaparan dari masing-masing SKPD, agar mengetahui apakah usulanya sudah masuk atau tidak,”Katanya lagi.
Dari hasil sementara lanjut Sungkul, tampak usulan dibidang Sosial Ekonomi dan infrastruktur masih sangat dominan. Dimana banyak desa yang mengusulkan adanya bantuan bagi Usaha Kecil Menengah (UKM), peningkatan kapasitas seperti pealatihan-pelatihan ketarampilan dan yang lainya.”Sementara untuk Infrastruktur, yang banyak diusulkan seperti jalan usaha tani dan jalan-jalan antar dusun,”Ungkapnya.
Selain itu Lalu Sungkul, berpesan agar semua benar-benar sadar bahwa seluruh desa yang ada di Kecamatan Pujut merupakan desa-desa yang masuk dalam kategori Desa Lingkar wisata. Maka hendaknya setiap program yang diusulkan merupakan program yang mendukung kegiatan wisata itu sendiri.”Seperti di Desa Kuta, ada usulan berupa puluhan lapak-lapak jualan disekitar lokasi wisata,”Jelasnya.
Begitu juga dengan desa-desa lain, walau tidak berada pada titik lokasi kunjungan wisata, selalu saja memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berdatangan ke desa tersebut. Itulah yang perlu digali oleh masing-masing desa. Sehingga antara target pembangunan daerah, bisa nyambung dengan pembangunan didesa.”karena kita semua maklum, kalau usulan kita tidak sesuai dengan RPJMD, tentu tidak bisa didanani oleh pemerintah Kabupaten Lombok Tengah,”Tandasnya. (ding)
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.