Pedagang Pasar Lama Tetap Mohon Tak Direlokasi

Pedagang Pasar Lama Tetap Mohon Tak Direlokasi

LOMBOK TENGAH, MP – Pedagang eks pasar lama dibelakang pertokoan orient tetap meminta agar tidak direlokasi ke pasar Renteng Keluharan Renteng, Praya, Loteng. “Kami minta agar tidak dipindahkan,” pinta salah pedagang eks pasar lama, Baiq Mariah saat gelar sosialisasi relokasi ke Pasar Renteng di aula Kantor Disperindag dan UKM Loteng, kemarin (29/12).

Apalagi, tempat direlokasi itu terang Mariah, merupakan tempat yang jarang mau dikunjungi oleh pembeli. Satu dua bulan pun belum tentu ada yang akan datang mau membeli kesana. Untuk itu, ia meminta untuk tidak dipindahkan ketempat tersebut.

Tidak hanya itu kata Mariah, ia ingat betul kata pemerintah dulu, tempat sekarang berjualan di belakang orien akan ditata, karena supaya tidak terlihat kumuh. Dan sekarang bisa dikroscek, tempat itu sudah tidak kumuh lagi. Artinya, sudah ditata dengan rapi.  Selain itu, alasan karena motor yang lewat menjadi macet. Tapi sekarang dengan sudah masuk berjualan ke dalam, sudah tidak terjadi kemacetan. “Silahkan bisa dikroscek. Dan siilahkan kalau mau ditata atau bangun, kami dukung. Asalkan kami tidak dipindahkan. Walaupun kami di minta kebelakang lagi,” ucapnya.

Namun, usaha pedagang untuk tetap meminta agar tidak dipindahkan, tidak akan bisa terpenuhi. Karena dalam waktu dekat mereka tetap akan direlokasi ke pasar Renteng. “Relokasi tetap dan pasti dilakukan. Bahkan, Minggu kedua bulan Januari 2017 kita sudah lakukan relokasi tempat tersebut,” kata Sekretaris Disperindag dan UKM Loteng, Baiq Sri Hastuti Handayani, SH.

Kemudian, tempat relokasi sudah disediakan. Tinggal pedagang nanti akan menempatinya. Bahkan, tempat itu berukuran 2×2 meter untuk satu pedagang. Bangunannya los. Dimana, dalam satu los diisi oleh 10 orang. “Kami minta silahkan tempati tempat di pasar Renteng tersebut. Adaipun nanti mau berjualan di tempat dibangunnya tempat kuliner di lokasi pasar lama atau belakang orient itu, para pedagang yang direlokasi saat ini bisa berjualan disan. Tentu ada syarat yang dijual di tempat itu, bukan lagi jualan sayur, melainkan makan kuliner lainnya,” jelasnya. |dk

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.