Dikpora Minta Sekolah Perketat Pengawasan

Dikpora Minta Sekolah Perketat Pengawasan

LOMBOK TENGAH, MP – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Loteng, Drs HL Idham Halid meminta kepada pihak sekolah untuk lebih memperketat pengawasan kepada siswa. Hal ini dilakukan agar siswa tidak keluyuran disaat jam sekolah. “Kami minta sekolah harus lebih memperketat pengawasan terhadap anak. Jangan sampai terjadi lagi anak keluyuran di saat jam sekolah,” kata Idham Halid kemarin.

Kemudian, apabila terjadi kekosongan jam, agar pihak sekolah segera mengisinya dengan pelajaan lain. Dengan begitu, anak-anak tidak keluyuran. Selain itu, dengan kejadian ini, ia berharap pihak sekolah agar lebih intens melakukan pembinaan kepada siswa. Sehingga, siswa tidak mengulangi perbuatannya lagi, setelah terjaring oleh Sat Pol PP. “Memang selain pihak sekolah, orang tua juga agar lebih intens melakukan pengawasan terhadap anaknya. Sehingga anak kita tidak ada celah untuk keluyuran, apalagi ini disaat jam sekolah,” ujarnya.

Sementara, terhadap langkah Sat Pol PP, ia sangat setuju. Dengan begitu ada efek jera bagi siswa. Sehingga kedepannya mereka tidak lagi mengulangi perbuatannya itu. Tidak hanya itu, Dinas dan sekolah telah ada kerjasama dengan Sat Pol PP, untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap anak-anak kita. Sehingga dengan langkah Sat Pol PP itu merupakan salah satu bentuk kerjasama yang telah dilakukan. “Kami sangat setuju apa yang telah dilakukan Sat Pol PP tersebut,” ungkapnya.

Sementara, Kasat Pol PP Loteng, Murti SH mengatakan, langkah yang dilakukan ini juga merupakan atas intruksi Bupati Loteng HM Suhaili FT dalam surat edaran nomor 141 tahun 2014 tentang pengawasan PNS, PTT dan pelajar. Sehingga atas dasar instruksi itulah pihaknya melakukan razia terhadap pelajar yang keluyuran. Penjaringan itu pun dilakukan atas laporan masyarakat yang merasa resah melihat mereka yang tidak masuk sekolah. Dan keluyuran dijam sekolah dengan menggunakan seragam sekolah. “Kami akan tetap melakukan razia terhadap siswa yang keluyuran,” ujarnya.

Diketahui, Selasa (1/11) ada 21 siswa yang terjaring di Semayan. Mereka kedapatan sedang main Play Station (PS) saat asyik main game tidak hanya itu, Rabu (2/11) kemarin ada sekitar 10 siswa juga terjaring razia di Taman Biao Tampar-Ampar. “Semua ini kita lakukan biar ada efek jera terhadap anak-anak kita. Kalau tidak begitu, mereka malah seenaknya keluyuran dengan menggunakan seragam sekolah,” tungkasnya. |dk

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.