Tak Ditemui Sekda, Warga Batunyala Kecewa

Tak Ditemui Sekda, Warga Batunyala Kecewa

LOMBOK TENGAH, MP – Sejumlah warga Batunyala Kecamatan Praya Tengah merasa kecewa, karena tidak diterima hearing oleh Sekda Loteng, H Nursiah, terkait dengan dugaan penyelewengan pemilihan Kepala Dusun (Kadus) di desa setempat, Senin (24/10).

Warga yang didampingi Ketua LSM Formapi NTB, Ihsan Ramdani sempat melampiasakan kemarahannya di kantor Bupati. Dengan berkata Sekda ingkar janji dan munafik. Hal itu terucap, karena kesal tidak ada satu pun pejabat yang menerimanya. “Saya merasa kecewa atas sikap pak Sekda yang tidak menerima kami. Padahal sebelumnya pak Sekda sudah sanggup akan menerima kami hari ini (kemarin red),” kesal Ihsan Ramdani.

Atas sikap Pak Sekda atau Pemkab pada umumnya itu, ia rasa telah didzolimi. Karena, dalam hal ini ia tidak membawa atas nama pribadi melainkan membawa aspirasi masyarakat. “Saya yang malu di masyarakat selaku yang mendampinginya. Karena saya bilang kepada masyarakat, kalau hari ini (kemarin red) kita akan diterima oleh pak Sekda langsung. Tapi apa, tidak ada satupun yang menerima kami. Ini sudah pendzoliman,” terangnya.

Memang akui Dani, rencana Pemerintah Daerah untuk menanggapi persoalan di Desa Batunyala, dilakukan hari Kamis (20/10). Namun, saat itu ia tidak bisa hadir karena ada urusan di Mataram. Sehingga hari Kamis dibatalkan. Dan terjadi kesepakatan dengan pak Sekda, kalau hari Senin (kemarin red) akan diterima. Tapi, pak Sekda tidak ada. “Kita datang hanya ingin kejelasan. Seperti apa penyelesaian persoalan tersebut,” ujarnya.

Dengan demikian, atas sikap Pemkab Loteng itu, ia mengancam akan datang dengan massa yang banyak. Rencananya juga akan datang kembali besok. Tapi tidak ke Pemkab Loteng. Melainkan akan datang ke DPRD Loteng. “Kami sudah bersurat dan akan hearing ke DPRD Loteng,” ucapnya.

Sementara, Sekda Loteng H Nursiah membantah tudingan warga yang dikatakan ingkar janji itu. “Bukannya saya ingkar janji atau pun tidak menerima warga. Kebetulan, hari ini (kemarin red) ada undangan penting yang harus saya hadiri di Provinsi. Sehingga, terhadap persoalan ini, saya minta Kabag Hukum yang menerima warga,” bantahnya.

Tapi, ia tidak tahu dimana tempat miss komunikasinya dengan Kabag Hukum. Sehingga, biar lebih jelasnya, silahkan ke Kabag Hukum. “Kalau saya sangat menghargai warga. Tapi kondisi yang tidak memungkinkan hari ini (kemarin red). Bila perlu besok pagi (hari ini red) saya siap menerima warga,” terangnya.

Sedangkan, Kabag Hukum Setda Loteng, Mutawalli menjelaskan, ia juga menunggu kedatangan warga. Namun, diakuinya ia tidak menunggu warga di ruang rapat utama. Karena dikiranya nanti, kalau ada warga yang datang maka akan dihubungi staf yang ada di sekretariat di ruang rapat utama.

Sehingga, saat itu kebutulan ada urusan di BKD, maka ia ke BKD. Dengan begitu, ia tidak tahu kalau warga sudah datang. Malah sampai saat ini (sekitar pukul 13.00 wita) kita masih menunggu warga. Malah sebaliknya dari BKD, sekitar 11.30 wita, ia bertemu dengan Kepala Desa Batunyala. Yang saat itu juga dia sedang menunggu warganya. “Kita hanya miss komunikasi saja. Sebenarnya kita siap menerima warga dan tidak ada maksud untuk tidak menerima warga,” katanya.

Sebelumnya, warga juga sudah hearing ke Pemkab Loteng, terkait persoalan dugaan penyelewengan yang terjadi pada pemilihan Kadus di Batunyala. Namun, saat itu Pemkab yang diwakili Sekda Loteng, H Nursiah dan BPMD Loteng meminta waktu untuk menanggapi persoalan tersebut. Karena Sekda Loteng mau bertemu terlebih dahulu dengan Camat, kepala Desa dan panitia pemilihan Kadus.

Disatu sisi, warga menduga ada keterlibatan kepala Desa dalam hal ini. Dimana, pemilihan kades tidak melalui mekanisme penyaringan, penjaringan sampai tahap pemilihan.  Sehingga ini yang dituntut sejumlah warga, untuk meminta kepastian atau keberanan terhadap persoalan tersebut. |dk

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.