Bupati: Marahnya Seorang HL.Supardan, Marah Kasih Sayang, Persaudaraan dan Kekeluargaan

Bupati: Marahnya Seorang HL.Supardan, Marah Kasih Sayang, Persaudaraan dan Kekeluargaan
LOMBOK TENGAH,MP – Bupati Lombok Tengah, HM.Suahili,FT.SH.MM cenderung menyebut acara perpisahan dengan Drs.HL.Supardan,MM bukan perpisahan, namun acara mengantarnya menuju tempat pengabdian yang baru setelah purna tugas menjadi Sekda di Lombok Tengah. Demikian disampaikan Bupati pada, Rabu (31/8) 2016 di Hotel Aerotel Tastura Kuta Pujut Lombok Tengah.
Moment tersebut lanjut Bupati, merupakan wahana bersyukur atas jasa seorang  bernama HL.Supardan beserta keluarganya kepada masyarakat Lombok Tengah. Sebelas tahun pengabdianya di Lombok Tengah bukan waktu yang singkat yang sudah dihabisknya untuk mengabdi kepada masyarakat.”Untuk itu sudah sepatutnya kita berterimakasih kepada beliau, karena siapa yang tidak bisa berterimakasih kepada manusia, belum disebut bersyukur kepada Allah,”Kata Bupati.
Terlepas  dari kodrat sebagai manusia yang tidak bisa lepas dari kelemahan dan kesalahan, seluruh masyarakat Lombok Tengah, termasuk jajaran SKPM wajib menyampaikan ucapan terimakasih seeprti hajatan yang dilakukan pada acara tersebut.”Wujud niat ihklas HL.Supardan untuk mengabdi dan membangun daerah ini, telah kita saksikan dan dengar secara nyata kita nyatakan. Rangkainya dengan menghargai itu,”Imbuhnya.
Untuk itu, Bupati mengetuk pintu hati yang paling dalam kepada semua untuk tulus dari dalam hati yang paling dalam, bisa berterimakasih terhadap sekecil apapun jasa orang lain. Walau sekiranya dalam perjalananya ada sikap HL.Supardan yang selama ini ada yang tanpa disengaja melukai hati, harus dengan tulus ihklas dimaafkan.
Marahnya seorang HL.Supardan, bukan marah karena kebencian, namun marah karena kasih sayang, rasa persaudaraan dan kekeluargaan. Justeru hal tersebut lanjut Bupati, bisa dijadikan sebagai salah satu pemicu untuk menghilangkan sekat-sekat, faksi-faksi antara sesame, baik SKPM yang satu dengan yang lain, bahkan dengan atasan atau bawahanya.” Sekali lagi, marah beliu merupakan wujud tanggung jawab atas amanah yang diembankan oleh masyarakat untuk melaksanakanya dengan sebaik-baiknya,”Tandasnya.
Untuk itu, Bupati berharap kepada semua untuk membangkitkan rohani dan bathiniah, bila ada hal-hal yang kurang berkenan benar-benar untuk dibersihkan dari niat-niat yang tidak selaras dalam rangka menjalankan dan melaksanakan seluruh amanah yang diembankan oleh masyarakat.”Sehingga mudah-mudahan, setelah saling memaafkan dengan tulus ihklas kepada HL.Supardan, maka itu akan menjadi bekal kita untuk melanjutkan apa yang sudah dirintis dan apa yang sudah dicontohkan, perbuat untuk kepentingan kita bersama didaerah ini,”Harapnya. (ding) (Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Lombok Tengah dengan matapena.co.id)
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.